Minggu, 03 Maret 2013

Premarital Check Up


Hari Ahad, 24 Februari yang lalu, IKM Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Denpasar mengadakan seminar nasional dengan tema Premarital Check Up. Dari temanya, pasti sudah pada tau kan, seminar ini tentang apa? Ya, dalam seminar ini dibahas mengenai pentingnya pemeriksaan untuk pasangan yang akan menikah. Apa saja sih yang harus diperiksa dan kenapa harus diperiksa? Kayaknya ribet banget deh, mau menikah mesti periksa ini itu segala macam. Yah, namanya juga demi masa depan yang berkualitas, bener gak? Sesuai nih dengan judul yang diusung pada seminar ini, “Premarital Check Up: Kenali Pasanganmu Demi Masa Depan yang Berkualitas”.

Pembicara pada seminar ini sangat berkompeten di bidangnya guys, ada dr. Yusra, Sp.PK. Ph.D dari FKUI dan dr. Ketut Suardamana, SP.PD dari FK UNUD. Jangan salah, dr.. Yusra ini ternyata seorang wanita loh, sebelumnya saya menyangka bahwa beliau adalah laki-laki, hihihihi... Beliau ini baru saja menyelesaikan program doktornya di negeri sakura, Jepang. Waaahhh..makin iri nih jadi pengen segera melanjutkan studi ke Jepang juga. Doakan ya...Aamiin...

Nah, mari kita lanjut ke isi inti dari seminar ini yaitu mengenai Premarital Check Up.

Definisi premarital check up adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh pasangan yang akan menikah yang meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium dan konseling. Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang sebelum menikah. Banyak sekali kegunaan premarital check up ini, diantaranya adalah: mendeteksi kelainan genetik/keturunan seperti thalassemia, buta warna, dan hemofilia; mendeteksi penyakit yang dapat berpengaruh pada organ reproduksi dan kehamilan, seperti diabetes melitus (DM), infeksi TORCH, golongan darah ABO dan rhesus; mendeteksi penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual seperti sifilis, gonore, hepatitis B dan C, dan infeksi HIV; serta mendeteksi kebiasaan atau gaya hidup yang tidak baik agar dapat diperbaiki seperti merokok, peminum alkohol, pemakai narkoba, dan penyakit DM.

Wow, ternyata banyak banget ya yang harus diperiksa. Kalau dituruti semuanya kok rasa-rasanya bakal keluar biaya banyak nih. Bisa-bisa gak jadi menikah hanya gara-gara gak punya biaya untuk melakukan premarital check up sebanyak itu. Tenang guys, gak perlu panik, gak harus semuanya kok dilakukan. Kalo memang ada yang berencana akan menikah dan ingin melakukan premarital check up, silakan dipilih menurut apa yang kalian butuhkan saja. Jadi kalian bisa mempertimbangkannya dari segi anamnesis, prioritas pemeriksaan dan budget yang kalian punya. Kalau kalian sudah yakin dengan kondisi kesehatan kalian dilihat dari nenek-kakek moyang kalian yang gak punya penyakit aneh-aneh ya gak perlu juga kalian mengecek semua kelainan genetik/penyakit yang ada di atas tadi. Bisa saja kalian hanya melakukan pemeriksaan dasar seperti CBC, urinalisis dan golongan darah. Hal itu juga bisa kalian diskusikan dengan calon pasangan kalian mengenai kondisi diri masing-masing. Tentu kalian semua harus jujur sejujur-jujurnya  ya guys pada calon pasangan kalian masing-masing. Ungkapkan semua tanpa harus ada yang ditutup-tutupi agar tidak ada pihak yang menyesal nantinya. Toh, kalau memang cinta ya cinta aja, cinta sejati akan mencintai segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri pasangannya. Cinta apa adanya, bukan cinta karena ada apa-apanya. Lebih bagus dan bermakna lagi kalau cinta itu dilandaskan pada Sang Pencipta kita. Ya, cinta karena Allah akan lebih kuat dan kekal ikatannya dunia akhirat.

Loh, kok jadi malah ngomongin masalah cinta sih? Hehe...bercabang dikit gak papa donk... toh temanya emang tentang sebelum menikah bukan...lagi pula kalo kata Bang Rhoma, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, bener kan...Hayo ngaku, siapa yang gak pernah ngerasain cinta??? Tuh, gak ada yang ngacung kan...pasti semuanya pada senyum-senyum sendiri ingat kisah cintanya masing-masing. Eits, yang masih belum siap nikah, tahan dulu ya rasa cintanya sampe menjadi ikatan yang halal. Ok guys!

Hey, udah udaaahh...jangan pada terlena dengan kisah cinta masing-masing dunk...Yuk kita balik lagi ke tema premarital check up.

Masih ingat kan tadi kelainan-kelainan genetik dan penyakit-penyakit apa saja yang biasanya dideteksi sebelum menikah? Nah, sekarang akan kita bahas sedikit mengenai kelainan/penyakit tersebut.

·         Thalassemia: merupakan penyakit genetik yang paling sering di dunia, ditandai oleh produksi hemoglobin yang tidak adekuat sebagai akibat kurang atau tidak adanya sintesis satu atau lebih rantai globin, gejala yang dijumpai adalah anemia.

·         HIV (Human Immunodeficiency Virus): merupakan penyebab Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu keadaan atau penyakit yang bersifat fatal. 

·         Hepatitis B: merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh HBV, virus DNA yang termasuk dalam famili hepadnaviridae. Bisa ditransmisikan dari ibu ke anak, anak ke anak (bukan satu rumah), seksual atau parenteral (penggunaan jarum suntik injeksi, luka akibat benda tajam atau kontaminasi produk darah).  Hepatitis B juga merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang besar di seluruh dunia.

·         Sifilis: merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Troponema pallidum. Penyakit ini dapat ditularkan kepada bayi dalam kandungan. Jika tidak diobati, dibagi menjadi sifilis primer, sekunder, latin dini, dan sifilis tingkat lanjut (sifilis tersier benigna, sifilis kardiovaskuler, nerosifilis)

·         Infeksi TORCH: Disebabkan oleh Toksoplasma gondii (protozoa), Rubella virus, Cytomegalovirus dan Herpes simplex virus (HSV). Dapat menyebabkan infeksi kongenital. Infeksi pada anak dan dewasa yang imunokompeten biasanya tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Infeksi pada janin dan dewasa yang imunokompromis dapat berakibat fatal. Infeksi TORCH biasanya tanpa gejala atau disertai gejala klinik yang tidak khas sehingga diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

·         Diabetes Melitus: merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup dan merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Perubahan gaya hidup dan urbanisasi juga merupakan penyebab penting masalah diabetes melitus.

Nah, untuk para analis kesehatan, yang penting lagi dari seminar ini adalah bagaimana pemeriksaan laboratorium dari berbagai macam kelainan dan penyakit tersebut di atas. Berikut adalah berbagai pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk menapis berbagai kelainan dan penyakit tersebut.

·         Menapis thalassemia: gambaran darah tepi, bila terdapat mikrositik hipokrom dilanjutkan dengan status besi dan analisa Hb

·         Menapis infeksi HIV: anti-HIV

·         Menapis Hepatitis B: HbsAg

·         Menapis infeksi sifilis: VDRL dan TPHA

·         Menapis infeksi TORCH: anti-Toxoplasma IgG dan IgM, anti-Rubella IgG dan IgM, anti-CMV IgG dan IgM, dan anti HSV2 IgG dan IgM

·         Menapis DM: glukosa puasa dan sewaktu

·         Menapis pemakaian narkoba: tes narkoba

Itu tadi pemirsa, sedikit apa yang saya dapatkan dari seminar premarital check up tersebut. Seselesainya seminar, saya juga berkesempatan untuk mengantar dr. Yusra berkeliling di sekitaran Kuta sebelum terbang kembali ke Jakarta. Seru juga bisa bertukar cerita dengan dokter yang cantik dan cerdas ini. Bagaimana seru dan bingungnya memilih oleh-oleh untuk keluarga beliau, berputar-putar mencari ayam betutu dan sate lilit dan Alhamdulillah dapat juga di tengah waktu yang sangat mepet, dan bagaimana uniknya antri untuk membeli pia legong yang tiap pembeli hanya dijatah dua kotak saja. Itu pun kita sampai kembali dua kali karena persedian toko habis dan kami harus kembali lagi setelah 2 jam dan tidak bisa memesan. Kalau masih ingin membeli maka tetap harus ikut mengantri 2 jam kemudian. Setelah semua rintangan tersebut, alhamdulillah semuanya berhasil didapatkan, oleh2, ayam betutu, sate lilit dan pia legong. Tiba waktunya kami berpisah di Bandara Internasional Ngurah Rai karena waktu sudah menunjukkan bahwa dr. Yusra sudah harus check in. Bye bye dr. Yusra...semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan. Mungkin di lain waktu nanti saya yang akan mengunjungi dokter di RSCM, insyaAllah...



Disarikan dari makalah seminar:

·          Premarital Check Up, oleh dr. Yusra, Sp.PK, Ph.D

·          Diagnosis Diabetes Melitus, Hepatitis B, oleh dr. Ketut Suardamana, Sp.PD

Sabtu, 26 Januari 2013

Cinta Tanpa Tatap

Percayakah kau pada cinta yang hadir tanpa pernah bertatap?
Pernahkah kau merasakan jatuh cinta pada seseorang sebelum kau bertemu dengannya?
Atau pernahkah kau mendapat ucapan cinta dari seseorang yang bahkan belum pernah kau temui?
Atau bahkan pernahkah kau mendapat ucapan cinta yang begitu posesif dari seseorang yang hanya pernah memandangmu lewat foto?
Aku percaya bila orang lain yang mengalaminya.
Tapi aku tidak percaya bila itu menimpaku.
Bahkan aku sendiri belum bisa mendefinisikan apa itu cinta.
Seperti gelora para remajakah yang selalu mengumbar kata cinta pada kekasih yang belum halal baginya?
Akupun tidak tau, karena aku tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan apa yang mereka sebut dengan "pacaran".
Rasa cinta yang bisa aku definisikan saat ini barulah sebatas rasa cinta pada orang tua dan keluarga.
Cinta adalah pengorbanan.
Cinta adalah bahagia bila orang yang kita cintai bahagia.
Cinta seperti itulah yang pernah ku rasakan.
Saat dimana aku merasa tidak berdaya hidup di dunia karena kepergian ibu, aku masih bertahan hingga sekarang karena cinta.
Cintaku pada ibu, aku percaya bahwa inilah yang terbaik bagi ibu. Allah lebih mencintai ibu. Aku bahagia asalkan ibu bahagia. Maka akupun berdoa semoga ibu selalu mendapat kebahagiaan di sana. Begitulah aku bertahan dan masih berjuang di dunia karena cintaku pada ibu.
Cintaku pada ayah, aku bahagia bila ayah juga bahagia. Akupun rela hidup jauh berpisah dari beliau asalkan beliau bahagia disana. Aku ingin semua orang yang aku cintai bahagia. Tak usahlah mereka mengkhawatirkan keadaanku yang jauh dari mereka. Aku hanya ingin membahagiakan mereka.
Lalu, bagaimanakah dengan cinta tanpa tatap yang aku katakan di muka tadi?
Cinta seorang laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya.
Cinta yang terkadang bisa membangkitkan semangat hidup atau bahkan membuat makin terpuruk.
Maka itulah betapa pentingnya mengatur rasa cinta yang ada di hati. Hati ini milik Allah, maka sudah sewajarnya dibaktikan untuk Allah.
Dan bagiku, cinta tanpa tatap belumlah disebut cinta, namun hanya sebatas kagum.
Dan aku sering mengalaminya, mengagumi seseorang tanpa pernah aku bertemu dengannya.
Bila cinta tanpa tatap diganti menjadi kagum tanpa tatap, maka aku percaya.

"Cinta tak akan pernah merasakan patah hati, karena cinta adalah bahagia melihat orang yang dicintainya bahagia".


Jumat, 25 Januari 2013

Hanya Ingin Menulis

Sudah lama rasanya aku tidak menulis. Dulu sekali aku selalu menuliskan hobi membaca dan menulis di setiap pengisian biodata. Itu memang benar, tapi itu dulu..dulu waktu aku masih duduk di bangku sekolah. Aku masih sangat ingat, aku sampai punya buku tulis khusus untuk menuangkan segala pikiranku entah berupa puisi, cerpen, pantun, gurindam, atau apa saja yang terlintas dalam pikiranku. Masih ingatkah kalian tentang pelajaran gurindam. Aku mendapatkannya di kelas satu SMP. Semakin lama aku merasa makin kehilangan kemampuan menulisku. Karena usia kah? Karena pekerjaankah? Karena otakku sudah penuh oleh hal2 berbau sainskah? Entahlah.
 Aku selalu terkagum-kagum membaca tulisan orang yang begitu indahnya. Segala pengalaman dan kisah hidupnya tertuang begitu apik menjadi rangkaian kata yang begitu puitis. Dan begitulah, sebenarnya aku sangat ingin menjadi penulis. Namun sampai saat ini aku hanya bisa sebatas terkagum-kagum membaca tulisan indah dari orang lain. Setiap ku coba untuk mengawali sebuah tulisan, selalu saja tanpa ending yang jelas. Puisi pun hanya bisa terwujud setelah ada suatu kejadian yang membekas di hati. Lalu saat ini apa yang aku tulis? Beginilah adanya, hanya ingin menulis. Itu saja.

Published with Blogger-droid v2.0.4

Minggu, 02 Desember 2012

Kisah Teladan tentang Sholat

Wew, 3 bulan tanpa menyentuh blog ini, kemana saja aku? begitu sibukkah?
Tapi ku akui akhir2 ini entahlah aku merasa di puncak kemalasan yang sangat tinggi, males ngapa2in, pulang kantor, langsung terkapar tak berdaya di kamar, n melakukan hal2 yang tidak bermakna hingga keesokan hari aku berangkat ke kantor lagi, padahal banyak sekali PR yang harus aku kerjakan...hhhhhhhhhhh...manusia apa aku ini????!!!! Serasa hidup tanpa tujuan...
Aku merasa jumud, jauh dari Allah SWT, Astaghfirullah...ampuni hamba ya Rabb...
Aku sholat, aku berdoa, aku berdzikir, tapi aku merasa aku hanya melakukannya sekedar rutinitas, Astaghfirullah...
Dan hal yang aku lakukan di waktu2 dimana aku sudah tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan adalah membaca, membaca apa saja yang ingin ku baca, ku lihat dengan seksama lemari penyimpan buku2ku, di situlah ku ambil salah satu buku yang menarik minatku.
Mataku tertumbuk pada salah satu judul buku, "Buat Apa Sholat?". Aku sudah pernah membacanya, tapi itu sudah lama sekali sehingga aku ingin membacanya kembali.
Sholat adalah tali hubungan yang kuat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Hubungan yang mencerminkan kehinaan hamba dan keagungan Tuhan ini bersifat langsung tanpa perantara dari siapapun. Dalam Islam, sholat diletakkan pada kedudukan yang sangat terhormat dan tidak ada bandingannya. Hal itu dijelaskan secara tegas oleh sbda Rasulullah SAW,
"Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan titik puncaknya adalah berjuang pada jalan Allah."
Islam memerintahkan orang melakukan dan menjaga sholat dalam keadaan apapun; ketika sedang kuat maupun sedang lemah, ketika sedang bepergian maupun ketika sedang berada d rumah, ketika sedang dalam keadaan aman maupun ketika sedang terjadi kerusuhan, ketika masih muda maupun ketika sudah sangat tua.
Pada suatu hari, seorang yang saleh kedatangan tamu. Maka dia keluarkan semua makanan yang ada saat itu untuk disuguhkan kepada tamunya. Setelah menghabiskan semua suguhan, si tamu pamit pulang. Padahal seharian penuh anak-anak orang saleh itu belum makan. Akibatnya mereka semua menangis karena lapar.
"Sekarang apa yang akan engkau lakukan buat anak-anak kita itu?" tanya istrinya dengan perasaan kesal.
"Tenang saja! Selagi Allah yang menciptakan mereka, tentu Dia tidak akan melupakan mereka," jawabnya dengan tenang.
Tengah malam sehabis berwudhu, ia keluar rumah dan pergi ke masjid terdekat. Disana ia sholat dan bersujud berdoa lama sekali. Pada waktu yang bersamaan ada seorang Amir yang hidupnya bergelimang kemaksiatan, tiba-tiba sadar dan ingin bertaubat. Pikirannya kalut dan hatinya diselimuti rasa gelisah. Ia bangun lalu mengambil sekarung makanan dan setumpuk uang. Ia berniat pergi entah kemana untuk memberikan makanan dan uang itu pada siapapun yang pertama kali dia jumpai. Karena  tidak punya tujuan, ia biarkan ontanya berjalan tanpa ia kendalikan. Ternyata onta tersebut berbelok dan masuk ke halaman masjid tempat orang saleh tadi berdoa.
Begitu masuk masjid, sang Amir mendapati seorang lelaki sedang bersujud lama sekali sambil berdoa memohon kepada Allah agar berkenan memberi rizki kepada keluarganya yang sedang kelaparan. Sang Amir terus menunggu sampai selesai. Hatinya terharu. "Ambil makanan dan uang ini. Semuanya untukmu," kata sang Amir. Orang saleh itupun menerimanya dengan senang hati.
"Kalau kamu butuh bantuan lagi datang saja menemuiku di istana. Aku pasti akan memberimu," janji sang Amir.
"Demi Allah, tidak, kalau aku perlu bantuan aku tidak akan menemui Anda, tetapi aku akan menemui Allah yang telah membawa Anda kesini pada tengah malam begini." jawab orang saleh itu.
Riwayat ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan diterimanya doa oleh Allah adalah sholat. Siapapun yang ingin doanya didengar dan dikabulkan Allah SWT, maka ia harus menghadap sendiri ke hadapan Allah dalam keadaan suci. Ajukan segala permohonan dengan sopan, dengan memperlihatkan rasa malu dan dengan perasaan penuh harap. Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Dermawan.

Sumber: Abdul Malik az-Zaghabi, "Buat Apa Shalat?"

Senin, 20 Agustus 2012

Tetap Berpenghasilan di Saat Mudik

Assalamu'alaikum semua..
Tanpa terasa bulan Ramadhan begitu cepat berlalu dan saat ini sudah hari kedua bulan Syawal.
Tak lupa kuucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Taqobbalallohu minna waminkum, Shiyamana wa shiyamakum, Ja'alanallohu minal aidin wal faizin, Asalukal afwan zahiran wa bathinan."
Badanku terasa sakit semua karena rasanya dari sebelum mudik tidak pernah berhenti wara-wiri. Sebagai abdi negara yang baik, hari Jumat pagi, 17 Agustus 2012, aku masih mengikuti upacara hari Kemerdekaan RI sebelum sorenya sudah harus cabut ke Malang. Para sepupu2ku sudah bingung menanti kapan aku pulang, walaupun mereka harus sedikit kecewa karena di Malang aku hanya mampir sehari sebelum besoknya terbang ke Banjarmasin, Kalsel. Yah, beginilah nasib perantau yang mudiknya udah mepet lebaran, tidak sempat sahur bareng bersama keluarga. Nah, keluarga yang ku maksud disini bukan keluarga inti alias ayah, ibu dan kakak, karena Ibuku sudah ada di tempat yang indah (kisahnya juga sudah pernah ku ceritakan kan..), Ayahku ada di Banjarmasin, dan kakakku lagi mudik ke rumah mertuanya di Cilacap. Namun begitu aku tetap berbahagia karena walaupun di Malang tidak ada keluarga intiku, namun masih banyak keluarga besarku yang sangat sayang dan peduli padaku..hiks..kadang ada juga rasa iri melihat teman yang kala pulang ke rumah disambut hangat oleh ayah ibu mereka dengan penuh cinta...
Nah, sekarang aku menulis ini setelah seharian berjibaku dengan bisnis ayahku yang berjualan mie ayam dan bakso. Hari kedua lebaran, ayahku sudah mulai membuka kembali warungnya. Karena hari lebaran, dari pagi sampe malam ramai sekali pembeli yang datang. Aku yang notabenenya ke Banjarmasin untuk berlibur akhirnya jadi ikut sibuk membantu di warung Ayah. Dari bangun tidur sampe mau tidur lagi rasanya gak berhenti cuci mangkok, sendok, garpu dan gelas. Karena aku gak bisa bantu menjuali orang, akhirnya aku jadi seksi pembuat minuman, beresin meja orang habis makan, dan cuci2. Capeknyaaaaa....tapi senang juga, Alhamdulillah laris manis...sampe banyak pembeli yang tidak kebagian karena sudah habis, padahal bikin stoknya juga udah banyak banget. Aku bilang sama Ayah, "Yah, Sofi digaji juga lo ya...sama seperti pegawai ayah yang lain..", dan Ayahku menjawab, "Iya, tenang aja...nanti Ayah bayar sama dengan yang lain.." Hihihi...lumayan kan buat tambah2 ongkos balik ke Bali. Jadi selama seminggu di Banjar, otomatis aku juga akan jadi pelayan warung. Kalo kurasa2, baru sehari aja jadi pelayan warung, badanku sudah seperti digebukin orang sekampung, gimana kalo satu minggu...oh nooo...
Oke juga kan mudikku kali ini...sekali dayung dua tiga pulau terlampaui...sekalian ketemu orang tua, ketemu saudara, dapat tambahan uang juga...
Kalo dulu waktu kecil, saat lebaran selalu dapat uang angpao lebaran. Tapi karena sekarang udah gede dan udah kerja sendiri, udah gak dapat angpao lagi deh, tapi malah memberi angpao. Walaupun begitu, tetap ada peluang mendapat uang saat lebaran, caranya?? ya itu tadi...hehehe...

Senin, 23 Juli 2012

Rihlah ke Tirta Gangga

 Tulisan lama yang baru diposting disini. Tulisan ini adalah episode lanjutan dari tulisan sebelumnya, http://jasoya.blogspot.com/2012/07/rihlah-ke-taman-ujung-soekasada.html. Tirta Gangga merupakan pemandian air peninggalan kerajaan Karangasem yang terletak di desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem. Sesampainya disini, hawa sejuk dan segar sangat terasa. Sebelum pintu masuk pemandian, terdapat moneumen perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan Jepang. Di dalamnya terdapat kolam ikan yang berisi ikan-ikan berukuran super jumbo dan kolam yang dijadikan arena pemandian untuk pengunjung. Banyak juga pengunjung terutama anak-anak yang mandi di kolam yang memang diperuntukkan untuk pemandian. Selain itu tidak sedikit pula yang hanya sekedar jalan-jalan dan mengabadikan momen2 terindah di Tirta Gangga, termasuk aku... 






Di dalam kolam ini, banyak terdapat ikan-ikan cantik berukuran jumbo

Sabtu, 07 Juli 2012

Rihlah ke Taman Ujung (Soekasada) Karangasem

Libur akhir pekan minggu lalu, aku berkesempatan jalan-jalan ke Karangasem. Rihlah setelah sekian lama berkutat dengan aktivitas pekerjaan kantor dan kampus. Rihlah kali ini cukup seru karena aku bersama keluarga Cyripa yang baru datang dari Surabaya. Hehe..sebenarnya gak ada yang bernama Cyripa, tapi itu adalah singkatan dari Cyril & Cepa, nama anak2 Mbak Yuli & Mas Nowo. Tujuan kita kali ini adalah tempat wisata Taman Ujung dan Tirta Gangga.
Berangkat dari Denpasar pukul 09.30 WITA, menempuh perjalanan panjang dan berkelok2 karena wilayah Karangasem merupakan wilayah pegunungan. Akhirnya sampailah kita di desa Abang, tempat dimana Taman Ujung berada. Perjalanan selama dua jam terbayarkan dengan melihat indahnya Taman Ujung. 
Sesuai dengan namanya, Taman Ujung serasa benar-benar di ujung karena letaknya yang berada di ujung Karangasem. Lokasi Taman Ujung dikelilingi oleh pantai dan persawahan. Sepertinya banyak penduduk muslim di wilayah ini karena ada dua masjid di sekitar lokasi Taman Ujung. Aku beserta keluarga Cyripa sampai disini tepat jam 12 siang ketika matahari sedang terik2nya, panaaaasss banget... Tak lama kemudian terdengarlah suara adzan Dhuhur dari masjid yang terletak di samping Taman Ujung.
Dari sejarah yang sempat aku baca disana, Taman Ujung didirikan oleh Raja Karangasem, A.A. Gde Djelantik dan dilanjutkan oleh Raja A.A. Bagus Djelantik. Taman Ujung sempat terkena gempa letusan gunung Agung pada tahun 1963 dan gempa bumi Seririt pada tahun 1976. 
Di dalam kompleks Taman Ujung, terdapat beberapa bangunan atau balai-balai. Yang paling besar adalah Balai Gili (Kambang). Di dalamnya terdapat kamar-kamar yang memiliki fungsi masing-masing, diantaranya adalah tempat peraduan Raja, ruang keluarga Raja dan ruang putra-putri Raja. Balai Gili (Kambang) dikelilingi oleh kolam besar yang airnya cukup jernih dan di dalamnya berisi ikan-ikan yang berwarna-warni. 
O iya, Taman Ujung atau yang juga disebut Taman Soekasada ini sering menjadi lokasi pemotretan prewed. Pada waktu aku kesana, ada beberapa orang yang juga melakukan pemotretan. Memang lokasinya sangat indah dan ada beberapa tempat yang sangat artistik seperti di Balai Kapal yang bangunannya mungkin sengaja dibiarkan tidak direkonstruksi sehingga terlihat seperti jaman doeloe banget...
Berikut beberapa foto yang sempat ku ambil di lokasi Taman Ujung:

Ini dia penampakan Balai Gili (Kambang) yang dihubungkan
dengan jalan berupa jembatan bergapura2


Tempat Peraduan Raja

Ruang Keluarga Raja
Jalan menuju Ruang Utama di Balai Gili (Kambang)
yang berupa jembatan bergapura2


Keluarga Cyripa sedang melakukan persiapan
berpose di bawah bendera Merah Putih

Tangga-tangga menuju Balai Kapal
(Kalo gak salah ada 60 anak tangga)

Balai Gili (Kambang) dilihat dari atas Balai Kapal

Lokasi tengah Taman Ujung dilihat dari Balai Kapal

Terlihat pantai yang membatasi Taman Ujung

Pemandangan Taman Ujung dilihat dari atas Balai Kapal
(pantainya terlihat indah bukan...)

Balai Kapal 

Taman Ujung tempo doeloe

Di dalam ruang sekretariat pengelola Taman Ujung

Ternyata ada kandang rusa juga loh di salah satu lokasi Taman Ujung...

Setelah 3 jam mengitari Taman Ujung, kita melanjutkan perjalanan ke lokasi lain yang tidak jauh dari lokasi Taman Ujung yaitu Pemandian Tirta Gangga. Cerita mengenai perjalanan ke Tirta Gangga dilanjutkan di episode lain ya...Episode Rihlah ke Tirta Gangga...Stay tuned Guys...